Wednesday, March 28, 2012

Komposlit Bagian II

Zeolite
Kompos Zeolit
Agar kompos yang diberikan tidak cepat hilang atau larut maka perlu dicampur dengan zeolit. Pemanfaatan zeolit di Indonesia masih terbatas, karena belum semua masyarakat tani Indonesia menyadari manfaatnya. Yakni sebagai bahan pembenah tanah. Salah satu sifat kimia dari zeolit adalah kemampuannya mengikat kation yang tinggi. Dengan demikian unsur hara yang diberikan lewat pemupukan akan lebih efisien apabila tanah pertanian diberi zeolit. Zeolit tidak hanya mengawetkan unsur N saja, tetapi juga K, Ca dan Mg. Kemampuan mengawetkan pupuk ini berarti akan menghemat beaya pemupukan. Penggunaan zeolit dalam lahan pertanian ibarat memberi makan tanaman dengan wadahnya. Jadi apabila tanah diberi pupuk dengan tambahan zeolit, maka ibaratnya zeolit adalah wadahnya dan pupuk adalah makanannya. Dengan demikian pupuk (makanan) yang diberikan pada tanaman akan selalu tersedia dan awet karena tidak tercecer kemana-mana. (Anonimous, 2004).

Komposlit Bagian I


RPH Ampel Boyolali

Komposlit ( Kompos Zeolit )
Oleh : Daryono, S.Pd., MT*)

M
enurut data statistik peternakan dan perikanan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali tahun 2005 jumlah sapi potong 88.257 ekor, peternaknya merata seluruh 19 kecamatan di kabupaten Boyolali, Dari jumlah tersebut sapi yang di potong di Rumah Potong Hewan Ampel Boyolali sebanyak 45.725 ekor (yang berarti lebih dari 50% populasi sapi potong). 

Tuesday, February 7, 2012

GUNUNG MERAPI: Awas, Guguran di Puncak Masih Terjadi

Ancaman gunung Merapi sulit diprediksi. Masyarakat di lereng Merapi pun diharapkan memiliki kemampuan dalam menghadapi bencana primer maupun sekuder Merapi yang berpotensi datang sewaktu-waktu.

Untuk membantu masyarakat lereng Merapi, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta menyelenggarakan wajib latih penanggulangan bencana gunung Merapi di Desa Klakah, Kecamatan Selo, Sabtu (4/2/2012).

Friday, February 3, 2012

Syarat Lulus S-1, S-2, S-3: Harus Publikasi Makalah

Surat Edaran Ditjen Dikti Tentang Syarat Lulus S-1, S-2, S-3 Tahun 2012

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran bernomor 152/E/T/2012 terkait publikasi karya ilmiah. Surat tertanggal 27 Januari 2012 ini ditujukan kepada Rektor/Ketua/Direktur PTN dan PTS seluruh Indonesia. Seperti dimuat dalam laman www.dikti.go.id, surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Djoko Santoso itu memuat tiga poin yang menjadi syarat lulus bagi mahasiswa program S-1, S-2, dan S-3 untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.

Monday, January 30, 2012

16 Perkara Korupsi di Jateng "Macet"

Berperang melawan korupsi
Sebanyak 16 perkara korupsi di seluruh Jawa Tengah dinilai macet penanganannya. Belasan kasus tersebut ditangani beberapa Kejari di daerah dan Kejati Jateng. Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng menelusuri penyebab kemacetan penanganan perkara itu.
Diantaranya karena surat izin pemeriksaan kepala daerah, hingga terdakwa yang masih dalam daftar pencarian. "Kasus-kasus macet ini sudah ada sebelum masa kepemimpinan Kajati yang sekarang (Bambang Waluyo–red). Kami meminta Kejati agar segera menuntaskannya,” demikian Koordinator KP2KKN, Windy Setiawan Putra, Minggu (29/1).

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...